Rabu, 25 Juni 2014

Pengertian Etika



        Pengertian Etika
   
 Istilah “etika” berasal dari bahasa yunani kuno, ethos. Kata ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti : tempat tinggal yang bisa; padang rumput,kandang;  kebiasaan,adat; ahlak, watak; perasaan, sikap, cara berfikir. Dalam bentuk jamak ta etha, artinya adat kebiasaan, dalam arti jamak inilah yang kemudian melatar belakanggi terbentuknya istilah “etika” yang oleh Aristoteles (384-322 SM) sudah dipakai untuk menunjukkan filsafat mora. Secara etimologis “etika” berarti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan, adat. Jadi etimologi kata “etika” sam dengan etimologi kata “moral” yang bearti adat kebiasaan. Walaupun bahasa asalnya berbeda; “etika” dari bahasa yunani, sedang “moral” dari bahasa latin yaitu mor atau mores.
Dengan memperhatikan sumber-sumber diatas bahwa ada tiga poin terpenting dari etika tersebut:
1.      Etika sebagai nilai-nilai moral dan norma-norma moral yang menjadi penggangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya, ataupun disebut dengan “sistim nilai”
2.      Etika sebagai kumpulan asas ataupun nilai moral yang sering dikenal dengan “kode etik”
3.      Sebagai ilmu tentang yang baik atau yang buruk


Wawancara dengan
Nama               : Abusani
Nim                 : 2010210002
Jurusan            : Administrasi Negara
1.      Sebutkan prinsip-prinsip tentang etika ?
Adapun prinsip-prinsip etika antara lain
o   PrinsipKeindahan
o   PrinsipPersamaan
o  Prinsip Kebaikan
o  Prinsip Keadilan
o   Prinsip Kebebasan
o   Prinsip Kebenaran
2.      Bangaimana peran dan fungsi etika dalam kehidupan sehari-hari ?
            Manusia adalah mahluk sosial yang saling berhubungan dengan sesama namun apabila dalam diri manusia tersebut  tidak terdapat yang namanya ahlak maka manusia tersebut sama halnya dengan hewan
Dan dengan adanya ahlak sersebut seseorang bisa mengetahui mana yang hak dan mana yang batil.
3.      Langkah apa yang harus di lakukan agar seseorang bisa mempunyai yang namanya ahlak ?
Sebenarnya ahlak itu ada dua bagian:
a.       Ahlak yang baik
b.      Dan ahlak yang buruk
Seseorang bisa dengan mudah memiliki ahlak yang kurang baik sesab ahlak yang kurang baik itu muncul dari hal-hal yang tidak baik pula  begitun sebaliknya ahlak yang baik berangkat dari hal-hal yang baik pula dan pekerjaan yang tidak baik itu munculnya dari setan.
Namun yang sulit itu bagaimana menanamkan ahlak yang baik  karena untuk memiliki ahlak yang baik itu harus belajar dari hal-hal yang kecil seperti contonya menghargai diri sendiri sebab seseorang kalau belum bisa menghargai dirinya sendiri maka sulit untuk menghargai orang lain, oleh karnanya ahlak yang baik itu sebenarnya harus di pelajari sejak dini, karna apabila ahlak tersebut sudah dipelajari sejak dini otomatis orang tersebut akan menjadi kebiasaan dalam hidupnya.




Rabu, 18 Juni 2014

Etika dan Filsafat Kepemimpinan



Nama          : Muda’i
Nim   :2013210071
Prodi :Ilmu Administrasi Negara
Tugas Ke 4
              
Etika dan Filsafat Kepemimpinan

Stereotipe Visioner Leadership, menjadikan motivasi  saudara sebagai agent of change and development secara akuntabel dengan harapan ransformational leadership dalam Proses Belajar dan Mengajar baik ilmu maupun seni menjadikan saudara “SMART Leadership”.
 
1.Jelaskan makna konsep tersebut di atas !
Jawab:
Pemimpin visioner itu ialah seorang yang mampu untuk memberi contoh yang baik terhadap bawahan-bawahan yang masih labil dalam suatu organisasi dan selalu mengadvokasi terhadap bawahannya ataupun masyarakat sekitarnya,  namun seorang pemimpin itu tidak lepas dari sebuah visi dan misi dimana visi tersebut adalah merupakan alat kepercayaan seseorang terhadap seorang pemimpin dan mempunyai tujuan real dalam kepemimpinannya.  seorang pemimpin harus memberikan apa yang di inginkan oleh setiap individualisme. Tindakan seorang pemimpin visioner itu harus jelas dan sesuai dengan koredor konstitusi yang ada dalam keorganisasian seseorang pemimpin itu mampu mengerjakan apa yang harus dikerjakan dan seorang pemimpin itu adalah seseorang yang mampu  lebih jauh melihat sebelum orang lain, Tiga Pilar dari "Organisasi Cerdas:" Kepemimpinan Cerdas, Strategi Cerdas, dan Smart Proses, seorang pemimpin dalam keorganisasian harus benar-benar berintelektual yang tinggi karena dalam organisasi bukan hanya individu-individu  saja akan tetapi dalam suatu organisasi itu adalah kehidupan bersosial yang saling berinteraksi dengan baik karena Tak satu pun dari organisasi-organisasi ini memiliki "CEO Imperial" dengan ribuan pengikut tak berwajah. Sebaliknya, mereka memiliki tim, papan, dan pemimpin seluruh organisasi yang menjadi bintang pertunjukan. Petugas ini dan direktur memiliki keahlian, pengetahuan, sikap dan perilaku yang berada di tempat di "Organisasi Cerdas" tapi jelas tidak ada di perusahaan-perusahaan sukses yang kemudian menuju kegagalan.


2. Faktor-2 apa saja yang mendukung ?
Jawab:
1.       Bertanggung jawab.
2.       Pantang menyerah, Mampu menilai diri sendiri secara realisitik; mampu menilai diri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.
3.       Berani  dalam mengambil keputusan , Lemah lembut,  Kasih saying.
4.       Berorientasi tujuan; dapat merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan kehidupannya berdasarkan pertimbangan secara matang (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan dan keterampilan.
5.       Mempunyai rasa Empati kepada bawahannya
6.       Jujur , Ikhlas, Tawadhuk (rendah hati , tidak menyombongkan diri), Syukur , Sabar .



3. Faktor apa saja yang menghambat ?
Jawab:
1.      Tidak bertanggung jawab.
2.      Selalu tergantung kepada bawahanya
3.      Kurangnya miss komunikation kepada bawahannya
4.      Tidak pernah member peluang kepada bawahanya



4. Serta bagaimana pemecahannya ?
Jawab:
Dalam suatu kehidupan itu bukan lah yang sangat mudah, seperti meniup kapas yang terhempas oleh angin yang akan membawanya kedalam kedamaian, akan tetapi kehidupan bersosial itu memang harus peka terhadap interaksi social apalagi dalam perubahan social. Jangan pernah mengatakan untuk harus berubah kepada orang lain sebelum kamu untuk merubah diri kamu sendiri, karena jalan yang terbaik dalam pemecahan nya itu adalah introspeksi diri terlebih dahulu baru dapat menilai orang lain dan dapat membawa nya untuk berubah kedalam sesuatu yang baik kedepannya