Nama : Muda’i
Nim :2013210071
Prodi :Ilmu Administrasi Negara
Tugas Ke 4
Etika dan Filsafat Kepemimpinan
Stereotipe
Visioner Leadership, menjadikan motivasi saudara sebagai agent of change and development secara akuntabel dengan harapan ransformational leadership dalam Proses
Belajar dan Mengajar baik ilmu maupun seni menjadikan saudara “SMART Leadership”.
1.Jelaskan makna konsep tersebut di
atas !
Jawab:
Pemimpin
visioner itu ialah seorang yang mampu untuk memberi contoh yang baik terhadap
bawahan-bawahan yang masih labil dalam suatu organisasi dan selalu mengadvokasi
terhadap bawahannya ataupun masyarakat sekitarnya, namun seorang pemimpin itu tidak lepas dari
sebuah visi dan misi dimana visi tersebut adalah merupakan alat kepercayaan
seseorang terhadap seorang pemimpin dan mempunyai tujuan real dalam
kepemimpinannya. seorang pemimpin harus
memberikan apa yang di inginkan oleh setiap individualisme. Tindakan seorang
pemimpin visioner itu harus jelas dan sesuai dengan koredor konstitusi yang ada
dalam keorganisasian seseorang pemimpin itu mampu mengerjakan apa yang harus
dikerjakan dan seorang pemimpin itu adalah seseorang yang mampu lebih jauh melihat sebelum orang lain, Tiga Pilar dari "Organisasi
Cerdas:" Kepemimpinan Cerdas, Strategi Cerdas,
dan Smart Proses,
seorang pemimpin dalam keorganisasian harus benar-benar berintelektual yang tinggi
karena dalam organisasi bukan hanya individu-individu saja akan tetapi dalam suatu organisasi itu
adalah kehidupan bersosial yang saling berinteraksi dengan baik karena Tak satu pun dari organisasi-organisasi ini memiliki "CEO Imperial"
dengan ribuan pengikut tak berwajah. Sebaliknya, mereka memiliki tim, papan,
dan pemimpin seluruh organisasi yang menjadi bintang pertunjukan.
Petugas ini dan
direktur memiliki keahlian, pengetahuan, sikap
dan perilaku yang berada di
tempat di "Organisasi
Cerdas" tapi jelas tidak ada di perusahaan-perusahaan
sukses yang kemudian menuju kegagalan.
2. Faktor-2 apa saja yang mendukung ?
Jawab:
1.
Bertanggung jawab.
2.
Pantang menyerah, Mampu
menilai diri sendiri secara realisitik; mampu menilai diri apa adanya tentang
kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan
sebagainya.
3.
Berani
dalam mengambil keputusan , Lemah lembut, Kasih saying.
4.
Berorientasi tujuan; dapat
merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan kehidupannya berdasarkan
pertimbangan secara matang (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan
berupaya mencapai tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian (wawasan),
pengetahuan dan keterampilan.
5.
Mempunyai rasa Empati kepada
bawahannya
6.
Jujur , Ikhlas, Tawadhuk (rendah hati , tidak menyombongkan diri), Syukur , Sabar .
3.
Faktor apa saja yang menghambat ?
Jawab:
1.
Tidak bertanggung
jawab.
2.
Selalu tergantung
kepada bawahanya
3.
Kurangnya miss
komunikation kepada bawahannya
4.
Tidak pernah member
peluang kepada bawahanya
4. Serta bagaimana pemecahannya ?
Jawab:
Dalam
suatu kehidupan itu bukan lah yang sangat mudah, seperti meniup kapas yang
terhempas oleh angin yang akan membawanya kedalam kedamaian, akan tetapi
kehidupan bersosial itu memang harus peka terhadap interaksi social apalagi
dalam perubahan social. Jangan pernah mengatakan untuk harus berubah kepada
orang lain sebelum kamu untuk merubah diri kamu sendiri, karena jalan yang
terbaik dalam pemecahan nya itu adalah introspeksi diri terlebih dahulu baru
dapat menilai orang lain dan dapat membawa nya untuk berubah kedalam sesuatu
yang baik kedepannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar