Rabu, 18 Juni 2014

Etika dan Filsafat Kepemimpinan



Nama          : Muda’i
Nim   :2013210071
Prodi :Ilmu Administrasi Negara
Tugas Ke 4
              
Etika dan Filsafat Kepemimpinan

Stereotipe Visioner Leadership, menjadikan motivasi  saudara sebagai agent of change and development secara akuntabel dengan harapan ransformational leadership dalam Proses Belajar dan Mengajar baik ilmu maupun seni menjadikan saudara “SMART Leadership”.
 
1.Jelaskan makna konsep tersebut di atas !
Jawab:
Pemimpin visioner itu ialah seorang yang mampu untuk memberi contoh yang baik terhadap bawahan-bawahan yang masih labil dalam suatu organisasi dan selalu mengadvokasi terhadap bawahannya ataupun masyarakat sekitarnya,  namun seorang pemimpin itu tidak lepas dari sebuah visi dan misi dimana visi tersebut adalah merupakan alat kepercayaan seseorang terhadap seorang pemimpin dan mempunyai tujuan real dalam kepemimpinannya.  seorang pemimpin harus memberikan apa yang di inginkan oleh setiap individualisme. Tindakan seorang pemimpin visioner itu harus jelas dan sesuai dengan koredor konstitusi yang ada dalam keorganisasian seseorang pemimpin itu mampu mengerjakan apa yang harus dikerjakan dan seorang pemimpin itu adalah seseorang yang mampu  lebih jauh melihat sebelum orang lain, Tiga Pilar dari "Organisasi Cerdas:" Kepemimpinan Cerdas, Strategi Cerdas, dan Smart Proses, seorang pemimpin dalam keorganisasian harus benar-benar berintelektual yang tinggi karena dalam organisasi bukan hanya individu-individu  saja akan tetapi dalam suatu organisasi itu adalah kehidupan bersosial yang saling berinteraksi dengan baik karena Tak satu pun dari organisasi-organisasi ini memiliki "CEO Imperial" dengan ribuan pengikut tak berwajah. Sebaliknya, mereka memiliki tim, papan, dan pemimpin seluruh organisasi yang menjadi bintang pertunjukan. Petugas ini dan direktur memiliki keahlian, pengetahuan, sikap dan perilaku yang berada di tempat di "Organisasi Cerdas" tapi jelas tidak ada di perusahaan-perusahaan sukses yang kemudian menuju kegagalan.


2. Faktor-2 apa saja yang mendukung ?
Jawab:
1.       Bertanggung jawab.
2.       Pantang menyerah, Mampu menilai diri sendiri secara realisitik; mampu menilai diri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.
3.       Berani  dalam mengambil keputusan , Lemah lembut,  Kasih saying.
4.       Berorientasi tujuan; dapat merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan kehidupannya berdasarkan pertimbangan secara matang (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan dan keterampilan.
5.       Mempunyai rasa Empati kepada bawahannya
6.       Jujur , Ikhlas, Tawadhuk (rendah hati , tidak menyombongkan diri), Syukur , Sabar .



3. Faktor apa saja yang menghambat ?
Jawab:
1.      Tidak bertanggung jawab.
2.      Selalu tergantung kepada bawahanya
3.      Kurangnya miss komunikation kepada bawahannya
4.      Tidak pernah member peluang kepada bawahanya



4. Serta bagaimana pemecahannya ?
Jawab:
Dalam suatu kehidupan itu bukan lah yang sangat mudah, seperti meniup kapas yang terhempas oleh angin yang akan membawanya kedalam kedamaian, akan tetapi kehidupan bersosial itu memang harus peka terhadap interaksi social apalagi dalam perubahan social. Jangan pernah mengatakan untuk harus berubah kepada orang lain sebelum kamu untuk merubah diri kamu sendiri, karena jalan yang terbaik dalam pemecahan nya itu adalah introspeksi diri terlebih dahulu baru dapat menilai orang lain dan dapat membawa nya untuk berubah kedalam sesuatu yang baik kedepannya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar