Nama : Muda’i
Nim
:2013210071
Prodi
:Ilmu Administrasi Negara
Fakultas
:Ilmu Social Dan Ilmu Politik
1.
Susun2(dua)
kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan dari pendekatan Ilmu/Pengetahuan
Jawab:
Kompetensi
etika dan filsafat kepemimpinan dari pendekatan ilmu dan pengetahuan merupakan
unsur yang sangat menarik dalam kehidupan bermasyarakat yang sebenarnya karna
sifat dan kuatdratnya manusia sebagai mahluk sosial namun sebelum mengkaji
lebih jauh harus tahu dan faham terkait pengetahuan dan ilmu itu sndiri
Pengetahuan merupakan hasil “tahu” dan
juga Pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui oleh panca
indra manusia meskipun tanpa
mempelajarinya.Adapun Penginderaan terjadi melalui panca
indera manusia yaitu : indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa
dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga, dengan hasil
penelitian yang di lakukan dengan pengindraan dapat di asosiasikan dengan kefilsatan dan membudayakan apa yang telah di
ketahui nya yang melalui sutu panca indra sehinggadengan membudayakan
keterampilan dapat teruji secara sistematis akan tetapi suatu pengetahuan itu
tidak akan terlepas dari etika yang mana etika merupakan elemen yang terkemuka dalam suatu pengetahuan untuk di jadikan
sebagai landasan pengambilan kebijakan oleh seorang pemimpin.
Sedangkan yang dimaksud dengan ilmu
ialah sesuatu yang diketahui oleh manusia dengan proses belajar serta
membutuhkan seorang guru untuk mengantarka seseorang untuk mengetahui apa yang
belum dia ketahui sebelumnya oleh karna ilmu dan pengetahuan satu kesatuan yang
tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya ibaratkan buah dan tangkainya,
begitu juga ilmu dan pengetahuan yang ada dalam diri manusia yang tidak mungkin
bisa terpecah belah, karna dengan berlandasan tau seseorang akan timbul rasa
ingin tau terhadap apa yang sedang dia belum ketahui karna sudah sifatnya
uniknya manusia yang ingin tau
2.
Susun 2 (dua) capaian kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan
yang ingin saudara capai dari pendekatan Ketrampilan
Jawab:
keterampilan dalam kepemimpinan merupakan sarana khusus
untuk memberikan bagaimana yang dapat mereka lihat dalam tindakan pengambilan
keputusan untuk di jadikan sebagai pedoman yang real dalam kehidupan bersosial,
untuk itu etika dan filsafat kepemimpinan itu sangat di butuhkan untuk di
jadikan sebagai alat dalam kepemimpinan yang efisien dan professional karena
keterampilan seorang pemimpin itu tidak akan baik kalau dalam bersikap itu
bukan karena faktor moralitas atau bisa di sebut dengan etika , dengan itu
seorang pemimpin harus Memahami kode sumber sebuah kehidupan, dari yang
sederhana hingga relatif kompleks, adalah keterampilan yang harus dimiliki oleh
seorang pemimpin
keterampilan tidak ada gunanya tanpa adanya
transformasi terhadap dengan melalui tindakan-tindakan yang real.
Berpengetahuan dapat mentransformasikan menjadi keterampilan tetapi tanpa etika
(moral) akan menjadikan genius-terampil yang hewani bukan manusiawi lagi. Tiga
dasar karakteristik profesional itulah yang sesungguhnya mesti dimiliki oleh
seorang pemimpin sebagai pemegang dan pengambil kebijakan, Sehingga
penylahgunaan jabatan yang bermuara pada korupsi, kolusi dan perbuatan amoral
lainnya bisa terhentikan. Untuk kondisi saat ini, dimana korupsi dan perbuatan
amoral lainnya oleh pejabat menjadi sajian media massa, baik local maupun
nasional, konsep ini mempunyai relevansi yang baik untuk dipahami, didakwahkan
dan diamalkan dalam berbagai institusi dan lembaga, lebih-lebih di lembaga
pendidikan. Apalagi saat ini, lembaga pendidikan mempunyai anggaran yang
termasuk tertinggi mencapai 20%
Karena itu, perlunya integritas pengetahuan-skills-etika dalam keterampilan,
terutama untuk para pengambil kebijakan/pemimpin, mulai dari birokrasi tingkat
pusat sampai satuan lembaga paling bawah sangat penting dan dibutuhkan dalam
suatu kebijakan pengambilan keputusan dan semua nya itu harus diimbangi dengan
etika/moralitas agama yang tinggi pula
3.
Susun2
kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan dari pendekatan Sikap / Perilaku
Jawab:
Etika merupakan suatu pola yang sangat penting dalam kehidupan seorang
manusia tidak akan terlepas dari keterikatan hubungan dengan manusia lainnya.
Hal ini dapat dipahami karena ia adalah makhluk sosial. Tidak satupun yang
merasa dan siap menghadapi kenyataan hidup seorang diri di tengah keramaian dan
hiruk pikuknya dunia ini tanpa bantuan orang lain. Agama bahkan mengajarkan
akan pentingya hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan dengan sesama manusia,
hubungan manusia dengan alam sekitarnya serta mengembangan hubungan kasih
sayang, sehingga tercipta kehidupan yang ideal dan harmonis.Dan juga etika adalah tindakan
manusia dalam melakukan tindakan sehari-hari.
Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap, perilaku dan
bertindak secara tepat dalam menjalani kehidupan.
Dan seorang pemimpin seharusnya harus memiliki sifat
sebagai berikut:
1. Intelegence = kecerdasan;
2. Supervisory
ability = kemampuan mengawasi;
3. Inisiative
= inisitaif;
4. Self-assurance = ketenangan diri;
5. Individuality = kepribadian.
Nah
apabila seorang pemimpin sudah mempunyai
sifat yang tertera di atas tentunya orang tersebut tidak bisa diragukan dalam
pimpinanya.
Etika pada hakekatnya membantu untuk
mengambil keputusan tentang tindakan apa yang kita lakukan.
Etika dalam segi
kepemimpinan merupakan elemen yang sangat penting untuk memberikan perilaku
atau tindakan yang baik dalam aspek
kehidupan bersosial karena memang seorang pemimpin itu tanpa di landasi suatu
etika dalam kepemimpinan nya tidak akan menjadi pemimpin yang professional
dalam kebijakan dalam pengambilan
suatu keputusan, karena denghan moral
atau etika akan membawa seorang pemoimpin itu menjadi bersikap profesional
dalam keputusan nya. Nah berbicara masalah etika tentunya kita tidak terlepas dari seorang
pemimpin berbicara
seorang pemimpin adalah merupakan sosok figure yang dermawan serta
bijak sana dalam kehidupan bermasyarakat karena
pemimpin itu salah satu sosok yang di percayai dan di pegang dalam perkataan
nya etika merupakan suatu pola yang sangat erat sekali yang berada dalam diri
seorang pemimpin.
4. Susun / desain model kompetensi Etika dan Filsafat
Kepemimpinan dalam uji kompetensi akhir semester (dapat berupa bagan atau yang
lain).
Jawab:
Model
Kompetensi Dari Sikap Kepemimpinana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar