KEPEMIMPINAN
VISIONER
Setiap pemimpin membentuk visi dengan caranya masing-masing,
kadang-kadang bersifat obyektif dan rasional, kadang-kadang intuitif dan
subyektif.
Tindakan
tanpa visi sama artinya dengan terjebak dalam kegelapan dan visi tanpa tindakan
adalah seperti puisi yang meratapi kemiskinan.
Secara
sederhana, visi adalah masa depan yang realistis, dapat dipercaya, dan menarik
bagi organisasi anda. (Burt Nanus, 2001, Kepemimpinan Visioner, Penerbit PT
Prelindo, Jakarta).
Tugas2.
1. Susun visi, misi dan strategi anda,
dalam mepersiapkan diri sebagai agent of change and development ?
Perubahan yang dapat dilakukan para
pemuda selaku intelektual muda adalah untuk mengedukasi masyarakat agar menjadi
lebih peduli. Peduli terhadap permasalahan bersama, peduli terhadap realita
kehidupan berbangsa dan bernegara, peduli terhadap degradasi moral yang terjadi
saat ini, peduli terhadap dampak kapitalisme bagi ekonomi masyarakat bawah,
peduli untuk membangun kemandirian masyarakat yang berkemajuan dan berakhlak
mulia, serta berbagai bentuk kepedulian yang lain.
Menjadi mahasiswa adalah sebuah
kesempatan luar biasa sekaligus pilihan yang baik. Ia adalah sebuah kesempatan
karena tidak semua orang dapat masuk di sebuah masuk di perguruan tinggi,
terlebih perguruan tinggi negeri yang harus dilalui dengan seleksi yang sangat
ketat dan berskala nasional. Ia adalah pilihan yang baik karena terkadang
seorang yang lulus sekolah menengah atas lebih memilih untuk bekerja dengan
alasan jika menjadi mahasiswa akan menyusahkan diri lagi dengan belajar dan
mengeluarkan biaya yang besar.
2. Apakah faktor-faktor pendukung dan
penghambat dalam merealisasikan visi saudara tersebut?
3. Bagaimana mengatisipasi faktor
pendukung tersebut agar tidak menimbulkan arogansi ?
4. Dan bagaimana pula mengorganisir
faktor penghambat agar tidak menimbulkan sikap apatis ?
5. Konflik akan selalu terjadi pada
setiap orang yang akan melakukan perubahan, bagaimana caranya agar potensi
konflik tersebut dapat menjadi daya dorong susksesnya visi saudara ?
han
Keterangan:
1. Khusus jawaban soal nomor 5,
dimasukkan pada komentar blog dosen pengampu, dan blognya mahasiswa
masing-masing mahasiswa, dan;
2. Seluruh jawaban diserahkan pada
pertemuan tanggal 8 Mei 2014.
Nama :
Muda’i
Nim :
2013210071
prodi : Ilmu Admistrasi Negara
Jawaban
1. Susun visi, misi dan strategi anda,
dalam mepersiapkan diri sebagai agent of change and development ?
A. Visi
Ø Mewujudkan
pemuda-pemudi yang berbudi lihur dan berintelektual
Ø Mengubah
pelayan publik yang lebih baik lagi yang mementingkan masyarakat
B. Misi
Ø Mengaktualisasikan
nilai-nilai kebangsaan
Ø Sebagai
penanganan pemikiran liberal
Ø Mencetak
kaum pemuda yang berbudi pekerti dan berahlak mulia
2. Factor
yang mendukung
·
Member motivasi
·
Kesadaran diri sendiri
·
Membangun rasa persaudaraan
·
Baiknya komunikasi
Factor yang
menghambat
·
Kurangnya kepercayaan dari pemuda
·
Kurangnya komunikasi
·
Cara kerja yang tidak struktural
3. Bagaimana mengatisipasi faktor
pendukung tersebut agar tidak menimbulkan arogansi ?
·
Lebih
mengutamakan kepentingan kelompok daripada diri sendiri
·
Mempunyai
sifat pro aktif
·
Konsisten
dalam bertindak
·
Teguh
pendirian
4. Dan bagaimana pula mengorganisir
faktor penghambat agar tidak menimbulkan sikap apatis ?
Menanamkan
teori-teori tentang pemimpinan agar mereka itu sadar bagai mana tanggung jawab
seorang pemimpin dan bagaimana menjadi pemimpin yang baik serta bijaksana dalam
pemimpin
5. Berbicara soal konflik
dalam suatu organisasi sudah biasa dalam diri manusia karna setiap orang itu
pasti berberda-beda dalam menilai sesuatu pekerjaan,nah ketika seorang sudah
sampai dari apa yang diingkan maka seorang tersebut pastinya menemukan semacam
konflik dari kehidupannya, sebenarnya konflik itu dating dari orang-orang yang
ada di sekeliling kita dan sebaliknya tujuannya adalah bagai mana orang
tersebut bisa mengeluh dan merasa tidak sanggub untukmelanjutkan pekerjaan itu
sendiri, namun apabila seseorang tersebut mengartikan konflik itu sebagai
patologi dalam hidupnya otomatis orang tersebut langsung Down(putus asa)
berbeda sekali apabila orang tersebut mengartikan konflik adalah sebuah cobaan
yang diberikan tuhan untuknya maka orang
tersebut akan berfikir positif, kenapa demikian, sebenarnya dalam hidup ini
seseorang pasti punuh dengan ujian namun setiap ujian itu pasti ada hikmahnya
dan juga setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, karna sebenarnya intisari
dari konflik itu orang tersebut akan diangkat drajadnya ketika orang itu mampu
melewati cobaan yang telah diberikan kepadanya, namun apabila orang tersebut
tidak mampu menghadapi cobaan itu maka orang tersebut dikatakan gugur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar